LANDASAN TIK UNTUK PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. Perkembangan ini memiliki dampak semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas jarak, tempat, ruang dan waktu. Pengaruhnya pun meluas ke berbagai kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan merupakan suatu proses yang tujuannya untuk meningkatkan nilai sosial, budaya, moral dan agama, serta mempersiapkan pembelajar menghadapi tantangan dan pengalaman dalam kehidupan nyata. Untuk itu dalam pendidikan diperlukan proses pembelajaran yang efektif dan efisien yang menjadikan pembelajar menyerap informasi dan pengetahuan serta teknologi yang dipelajarinya sebagai bagian dari dirinya.
Pemanfatan teknologi dalam sistem pembelajaran menimbulkan pembelajaran berbasis elektronik sebagai hasil teknologi. Salah satu aplikasi teknologi adalah teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini yang telah mengubah sistem pembelajaran pola konvensional atau tradisional menjadi pola bermedia, diantaranya media komputer dengan in- ternetnya yang memunculkan e-learning. Pada pola pembelajaran bermedia ini, pembelajar dapat memilih materi pembelajaran berdasarkan minatnya sendiri, sehingga belajar menjadi menyenangkan, tidak membosankan, penuh motivasi, semangat, menarik perhatian dan sebagainya.
Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi akan berjalan efektif jika peran pengajar dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator pembelajaran atau memberikan kemudahan pembelajar untuk belajar bukan hanya sebagai pemberi informasi. Pengajar bukan satu-satunya sumber informasi yang disampai- kan. Pengajar tidak hanya mengajar mentransfer ilmu pengetahuan, akan tetapi juga dapat belajar dari pembelajar. Pengajar bukan instruktur yang memberikan perintah atau mengarahkan kepada pembelajar, melainkan menjadi mitra belajar (partner) sehingga memungkinkan pembelajar tidak segan untuk berpendapat, bertanya, atau bertukar pendapat dengan pengajar. Proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi merupakan bimbingan dari pengajar untuk memfasilitasi pembelajaran pembelajar dengan efektif. Pengajar memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya dan menciptakan kondisi bagi pembelajar untuk mengembangkan cara-cara belajarnya sendiri sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, bakat, atau minatnya. Pengajar pun berperan sebagai pemrogram, yaitu selalu kreatif dan inovatif menghasilkan berbagai karya inovatif berupa program atau perangkat keras/lunak yang akan digunakan untuk mem- belajarkan pembelajar. Peran pembelajar dalam pembelajaran bukan obyek yang pasif yang hanya menerima informasi dari pengajar, namun lebih aktif, kreatif, dan partisipatif dalam proses pembelajaran. Pembelajar tidak hanya mengingat fakta-fakta atau mengungkapkan kembali informasi yang diterimanya dari pengajar, namun mampu menghasilkan atau menemukan berbagai informasi atau ilmu pengetahuan. Pembelajaran yang dilakukan pembelajar tidak hanya kegiatan perorangan (individual), namun juga pembelajaran berkelompok secara kooperatif dengan pembelajar lainnya.
Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran antara lain dengan:
- Pengajar dan pembelajar mampu mengakses pada teknologi informasi dan komunikasi.
- Pengajar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, karena pengajar berperan sebagai pem- belajar yang harus belajar terus menerus sepanjang hayat. Tujuannya untuk meningkatkan profesional dan kompetensinya.
- Tersedia materi pembelajaran yang berkualitas dan bermakna (meaningful).
Teknologi informasi dan komunikasi memiliki peran yang penting dalam kehidu- pan sekarang dan di masa yang akan datang, termasuk dalam bidang pendidi- kan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan telah memicu kecenderungan pergeseran dari pembelajaran konvensional secara tatap muka ke arah pembelajaran jarak jauh yang dapat diakses dengan meng- gunakan media, seperti komputer, multimedia daninternet tanpa dibatasi jarak, tempat, dan waktu oleh siapa pun yang memerlukannya. Apalagi dengan ma- suknya pengaruh globalisasi, pendidikan akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja yang kompetitif.
Melalui teknologi informasi dan komunikasi, ada suatu peningkatan keterhubungan orang dalam bidang pendidikan. Lingkungan pendidikan global dipandang dalam beberapa hal untuk menjadi jawaban terhadap kemiskinan dan perma- salahan lain melalui meningkatnya peluang belajar yang terdistribusi. Globalisasi pendidikan mendorong ke arah homogenitas, memudarnya otonomi, budaya, dan kemanusiaan. Globalisasi, perubahan sosial, dan pendidikan globalisasi merupak- an konsep yang berhubungan dengan kemajuan teknologi yang mempunyai dampak terhadap pemahaman tentang pendidikan. Stromquist dan Monkman (2000) menyatakan bahwa proses globalisasi (mencakup persyaratan keterampilan dari kemajuan teknologi) telah menciptakan iklim dimana pengaruh bisnis menyertai nilai serta norma-norma yang sedang menyebar di seluruh dunia.
Globalisasi adalah justifikasi untuk transformasi dalam pendidikan dan pembelajaran. Pengajar harus lebih fleksibel, bekerja lebih keras, dan mengembangkan keterampilan teknologi agar pendidikan lebih berkontribusi terhadap produktivi- tas untuk mencapai daya saing/kompetitif global. Globalisasi saat ini merupakan satu konsep yang jauh lebih sesuai untuk masuk dengan perubahan dalam sektor pendidikan tinggi. Edwards (2002) dan pakar lainnya (e.g., Marshall dan Gregor. 2002; The World Bank Institute, dan lain-lain.) menggunakan istilah globalisasi untuk menggambarkan satu proses pengembangan sumber daya pendidikan yang meliputi tim pengembangan lokal yang berpartner dengan institusi terpusat. Glo- balisasi menyertakan materi pembelajaran untuk komunitas lokal dan koleksi be- sar di seluruh dunia secara online. Dalam pandangan ini, teknologi informasi dan komunikasi yang maju dapat ditata ulang, lebih daripada hanya sekedar meng- gantikan keanekaragaman budaya. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar global yang melibatkan pengetahuan dan budaya lokal, tetapi juga menghubungkan pembelajar secara internasional.
Dampak globalisasi ini dunia pendidikan pada masa kini dan masa yang akan datang ada beberapa kecenderungan antara lain:
- Pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang semakin berkembang dengan adanya kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka (open edu- cation) dan pendidikan jarak jauh (distance education).
- Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan dalam sebuah jaringan.
- Banyaknya sumber informasi, bukan hanya perpustakaan, melainkan juga in- strumen pendidikan lainnya seperti pengajar atau laboratorium, perpustakaan digitalmelalui internet.
- Efektifitas pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi interaktif dengan multimedia, seperti komputer dengan internetnya untuk melengkapi media pembelajaran yang telah ada, sehingga penggunaan media pembelajaran menjadi lebih bervariasi.
A. PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Teknologi informasi dan komunikasi adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan pemprosesan informasi serta penggunaannya, hubungan komputer dengan manusia dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [Brit- ish Advisory Council for applied Research and Development: Report on Information Technology; H.M. Stationery Office. 1980). Teknologi informasi dan komunikasi terdiri dari semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan, manipu- lasi, persembahan dan menggunakan data (data yang ditransformasi kepada infor- masi) [E.W. Martin et al. 1994. Managing Information Technology: What Manag- ers Need to Know. New York :Prentice Hall]. Teknologi informasi dan komunikasi adalah segala sesuatu yang mendukung untuk me-record, menyimpan, mempros- es, mendapat lagi, memancar/mengantarkan dan menerima informasi (Behan & Holmes. 1990. Understanding of Information Technologies. Prentice Hall).
B. LATAR BELAKANG DISELENGGARAKANNYA PEMBELAJARAN JARAK JAUH
1. Untuk Mengatasi Batasan Jarak, Tempat, Waktu
2. 2. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
3. Pemerataan Kesempatan Memperoleh Pendidikan
4. Memberikan Kesempatan Meningkatkan Kemampuan Tingkat Pendidikan
C. TUJUAN MEMPELAJARI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH
1. Tujuan mempelajari teknologi informasi dan komunikasi, antara lain:
2. Dapat mengetahui, mengenal, atau memahami teknologi informasi dan komu- nikasi. Meningkatkan pengetahuan dan minat pembelajar pada teknologi, serta meningkatkan kemampuan berfikir ilmiah sekaligus persiapan untuk pendidikan, pekerjaan, dan peran di masyarakat pada masa yang akan datang.
3. Dapat bersikap aktif, kreatif, apresiatif, dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu juga dapat menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
4. Dapat terampil memanfaatkan teknologi informasi untuk proses pembelajaran dan dalam kehidupan sehari-hari. Membentuk kemampuan dan minat pembelajar terhadap teknologi. Ruang lingkup teknologi informasi dan komunikasi meliputi aspek-aspek sebagai berikut perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi. Diantara perangkat keras dan perangkat lunak terdapat alat bantu telekomunikasi untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Perkembangan penggunaan teknologi informasi antara lain melalui beberapa tahap, yaitu:
1. Penggunaan Audio Visual Aid (AVA)
Penggunaan Audio Visual Aid yaitu alat bantu berbentuk audio (memanfaatkan pendengaran) dan Visual (memanfaatkan penglihatan) di kelas untuk menyam- paikan materi pembelajaran. Selain itu juga agar pembelajar mengembangkan ke- mampuan berpikirnya.
2. Penggunaan Komputer dalam Pendidikan.
Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan teknologi. Perkem- bangan teknologi telah mengubah masyarakat dari industri menjadi informasi, di- tandai dengan tumbuh dan berkembangnya masyarakat berpendidikan yang ber- basis teknologi informasi dan komunikasi, seperti adanya komputer, baik dari segi software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat keras). Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi berbasis komputer memiliki beberapa taha- pan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan diterapkan, dioperasikan dan dipelihara.
Beberapa peran teknologi informasi dan komunikasi yang dapat memfasilitasi pembelajaran jarak jauh adalah:
- Asynchronous discussion. Pada pembelajaran online, para pembelajar dapat menggunakan waktu disesuaikan dengan kebutuhannya masing- masing di dalam merefleksikan, berdiskusi dan memberikan komen- tarnya. Kondisi ini dapat meningkatkan kualitas diskusi dan merubah psikologi dan sosiologi komunikasi. Selain itu dapat mengembangkan strategi yang berbeda di dalam pemecahan masalah diantara para pem- belajar.
- Instructur control of online conference and roles. Dengan konferensi on- line, pengajar dapat mengendalikan keanggotaan setiap pembelajarnya, peran pembelajar, dan memungkinkan memantau pelaksanan dis- kusi. Beberapa kelompok dapat pula mengembangkan online sendiri di dalam berdiskusi lebih lanjut ataupun di dalam berdiskusi dalam melaksanakan tugas, sehingga dapat memfasilitasi suatu team work.
- Questions and answer communication protocol: Pengajar dapat melontar- kan pertanyaan selama diskusi berlangsung. Pengajar dapat mengen- dalikan siapa yang sudah menemukan jawabannya dengan mencegah pembelajar lainnya untuk dapat mencontek, sampai mereka sendiri benar-benar menemukan jawabannya.
- Anonymity and pen name signatures. Ketika pembelajar bekerja menjadi bagian dari diskusi yang sedang berlangsung, mereka dapat meman- faatkan pengalaman kehidupan nyata di dunia kerjanya untuk mem- berikan illustrasi atas pemahaman konsep yang diajarkan oleh pengajar. Misalnya, berupa komentar yang dapat memberikan makna yang lebih kepada pembelajar yang sedang belajar melengkapi apa yang diajarkan oleh pengajar. Selain itu, memungkinkan juga adanya nama samaran sehingga seseorang mampu mengembangkan personalnya tanpa diket- ahui identitas sebenarnya, dan secara ekstrim sangat berguna di dalam pembelajaran yang mengharapkan adanya permainan peran seperti metode pembelajaran kolaboratif.
- Membership status lists. Pemantauan aktivitas seperti membaca dan memberikan respon di dalam komunikasi, memungkinkan pengajar mengetahui apa yang masing-masing pembelajar telah baca dan se- berapa up-to-date setiap di dalam forum diskusi. Hal ini memungkinkan pengajar mendeteksi apabila terjadi ada pembelajar yang tertinggal pelajarannya. Kelompok pembelajar kolaboratif dapat mengusahakan setiap orang di dalam tim up-to-date. Setiap pembelajar dapat dengan mudah membandingkan frekuensi dan kontribusi relatifnya bagi pem- belajar lainnya di dalam pembelajaran.
- Voting. Akses yang mudah di dalam kelompok ataupun individual un- tuk memberikan pendapatnya dapat pula dalam bentuk voting. Voting tidak hanya digunakan ketika membuat keputusan, lebih kepada fung- sinya untuk mengeksplor (menggali) dan menemukan yang disepakati dan apa yang tidak disepakati atau ketidakpastian, sehingga kelas dapat secara fokus melanjutkan diskusi. Dimungkinkan pula pembelajar merubah pendapatnya kapan saja selama diskusi berlangsung.
- Special purpose scaling methods. Metode yang berguna ini dapat menun- jukkan kesepakatan kelompok yang sesungguhnya dan meminimalkan ambiguisitas. Ada suatu sistem yang memungkinkan setiap pembelajar pada akhir pembelajarannya mengungkapkan apa yang mereka pikir- kan paling penting dari apa yang sudah dipelajarinya.
- Information overload. Hal ini dapat terjadi jika antusiasme pembelajar di dalam diskusi sangat tinggi, dengan banyaknya pembelajar saling memberikan komentar, sehingga terjadi kelebihan informasi. Masalah ini dapat diatasi dengan membatasi ukuran kelompok yang dapat ditan- gani oleh media teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan.
Diskusi online memungkinkan setiap individu untuk memberikan komentar kapan saja tanpa perlu menunggu orang lain berkomentar ter- lebih dahulu.
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
BalasHapusSelamat Sore dan salam Sejahtera...
Terima kasih sebelumnya atas sharing informasi dan pengetahuan mengenai landasan teknologi, informasi dan komunikasi dalam menunjang pembelajaran jarak jauh.
Saya tertarik untuk menanggapi statement terakhir artikel di atas 'Diskusi online memungkinkan setiap individu untuk memberikan komentar kapan saja tanpa perlu menunggu orang lain berkomentar ter- lebih dahulu.' Hal ini sangat baik tentunya jika pemanfaatan fasilitas atau perangkat dapat menjembatani keterbatasan (ruang dan waktu) sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak belajar. Namun, poin yang tak kalah penting yang perlu diperhatikan oleh pembelajar/pendidik selaku penanggungjawab proses pembelajaran jarak jauh ini, yaitu etika. Artinya, pebelajar/peserta didik juga perlu diedukasi bagaimana cerdas dalam berliterasi digital/literasi informasi, santun dalam berkomentar, membudayakan membaca informasi/materi-materi penting, dan menghargai pendapat orang lain sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sesuai rel dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Demikian mungkin sedikit, tapi mudah-mudahan bermanfaat.
Terima kasih yaa
Assalamu'aalaikum wr.wb..
Hapusterimakasih kepada saudara Adhita yang sudah berbagi..
saya sangat setuju bahwa dalam PJJ memang haris dilandasi dengan ettitude sehingga ada budaya baik yang bisa dilakukan pendidik untel memantau dan menilai tulisan peserta didik..
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...
BalasHapusMateri yang menarik dan komplit tentang Landasan TIK untuk Pembelajaran jarak jauh, memang jika analisa dan dikaji lebih jauh bahwasannya TIK sangat berperan dalam merencanakan dan mendesain Pembelajaran jarak jauh, hal ini tentu saja agar tujuan dari dilaksanakan pembelajaran jarak jauh dapat tercapai secara optimal, Dalam Pembelajaran jarak jauh semua Individu yang terlibat dalam proses tersebut tentu saja harus menguasai teknologi yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh tersebut. namun bukan hanya komponen TIK tentu saja pelaksana dan audience pembelajar harus memiliki komitmen terhadap aturan dan tata cara jarak jauh yang disepakati agar pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Hal lain yang perlu dipertimbangkan juga bagaimana informasi yang ingin di sampaikan pada pembelajaran jarak jauh dapat tersampaikan dengan baik sesuai dengan tujuan awal pembelajaran tersebut, sehingga hal ini perlu perencanaan yang baik sehingga efektif secara proses dan hasil. Demikian tanggapan saya terhadap hal ini terima Kasih, salam sukses..
salam berbagi..
HapusDalam Pembelajaran jarak jauh semua Individu yang terlibat dalam proses tersebut tentu saja harus menguasai teknologi yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh tersebut. namun bukan hanya komponen TIK tentu saja pelaksana dan audience pembelajar harus memiliki komitmen terhadap aturan dan tata cara jarak jauh yang disepakati agar pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Assalamualaikum...
BalasHapusartikel yang saudari sampaikan sangat menarik, dan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan telah memicu kecenderungan pergeseran dari pembelajaran konvensional secara tatap muka ke arah pembelajaran jarak jauh yang dapat diakses dengan meng- gunakan media, seperti komputer, multimedia daninternet tanpa dibatasi jarak, tempat, dan waktu oleh siapa pun yang memerlukannya. Disini menjadi perhatian khusus kita bagaimana pemanfaatan dengan kecanggihan ini dapat bermanfaat dan tentunya dapat mewujudkan tujuan yang diharapkan. Terima Kasih...
Assalamu'alaikum wr.wb..
Hapusterimakasih atas comentar dari sdri. Nivo..
sesuai dengan ulasan diatas bahwa perkembangan teknologi informasi sangat dibutuhkan dengan kondisi saat ini..
salam literasi..
https://youtu.be/uI3g0hY9hdA
BalasHapusterimakasih atas tanggapan dari Fahri..
Hapus